Pages

Ads 468x60px

Labels

Tampilkan postingan dengan label TULISAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TULISAN. Tampilkan semua postingan

14 April 2014

Perbatasan Wilayah Indonesia
dan Permasalahannya
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer dan memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan Papua Nugini. Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil.
Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan Papua Nugini. Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil.

            Sebelah utara Indonesia berbatasan dengan Malaysia yang berupa daratan di Pulau Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Barat dan Timur. Selain batas darat, juga berbatasan laut dengan negara Singapura, Malaysia, Filipina. Di sebelah timur, berbatasan darat dan laut dengan Papua Nugini di Pulau Irian Jaya. Sebelah selatan berbatasan darat dengan Timor Leste di Nusa Tenggara Timur dan berbatasan laut dengan Australia di Samudra Hindia. Di sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia. Masalah perbatasan wilayah Indonesia bukan lagi menjadi hal baru saat ini. Sejak Indonesia menjadi negara yang berdaulat, perbatasan sudah menjadi masalah yang bahkan belum menemukan titik terang sampai saat ini. Permasalahan perbatasan tersebut tidak hanya menyangkut batas fisik yang telah disepakati namun juga menyangkut cara hidup masyarakat di daerah tersebut, misalnya para nelayan tradisional atau kegiatan lain di sekitar wilayah perbatasan.

            Ada 10 negara tetangga yang perairannya berbatasan langsung dengan wilayah Nusantara. Mereka adalah Malaysia, Singapura, Thailand, India, Filipina, Vietnam, Papua New Guinea, Australia, Republik Palau dan TimorLeste.

RI – Malaysia
                Kesepakatan yang sudah ada antara Indonesia dengan Malaysia di wilayah perbatasan adalah garis batas Landas Kontinen di Selat Malaka dan Laut Natuna berdasarkan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Malaysia tentang pene-tapan garis batas landas kontinen antara kedua negara (Agreement Between Government of the Republic Indonesia and Government Malaysia relating to the delimitation of the continental shelves between the two countries), tanggal 27 Oktober 1969 dan diratifikasi dengan Keppres Nomor 89 Tahun 1969.

            Berikutnya adalah Penetapan Garis Batas Laut Wilayah RI – Malaysia di Selat Malaka pada tanggal 17 Maret 1970 di Jakarta dan diratifikasi dengan Undang-undang  Nomor 2  Tahun 1971 tanggal 10 Maret 1971.  Namun untuk garis batas ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) di Selat Malaka dan Laut China Selatan antara kedua negara belum ada kesepakatan.

     Batas laut teritorial Malaysia di Selat Singapura terdapat masalah, yaitu di sebelah Timur Selat Singapura, hal ini mengenai kepemilikan Karang Horsburgh (Batu Puteh) antara Malaysia dan Singapura. Karang ini terletak di tengah antara Pulau Bintan dengan Johor Timur, dengan jarak kurang lebih 11 mil. Jika Karang Horsburg ini menjadi milik Malaysia maka jarak antara karang tersebut dengan Pulau Bintan kurang lebih 3,3 mil dari Pulau Bintan.

    Perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kalimatan Timur (perairan Pulau Sebatik dan sekitarnya) dan Perairan Selat Malaka bagian Selatan, hingga saat ini masih dalam proses perundingan.  Pada segmen di Laut Sulawesi, Indonesia menghendaki  perundingan batas laut teritorial terlebih dulu baru kemudian merundingkan ZEE dan Landas Kontinen. Pihak Malaysia berpendapat perundingan batas maritim harus dilakukan dalam satu paket, yaitu menentukan batas laut teritorial, Zona Tambahan, ZEE dan Landas Kontinen.

    Sementara pada segmen Selat Malaka bagian Selatan, Indonesia dan Malaysia masih sebatas tukar-menukar peta illustrasi batas laut teritorial kedua negara
.
RI – Thailand
     Indonesia dan Thailand telah mengadakan perjanjian landas kontinen di Bangkok pada tanggal 17 Desember 1971, perjanjian tersebut telah diratifikasi dengan Keppres Nomor 21 Tahun 1972. Perjanjian perbatasan tersebut merupakan batas landas kontinen di Utara Selat Malaka dan Laut Andaman.
Selain itu juga telah dilaksanakan perjanjian batas landas kontinen antara tiga negara yaitu Indonesia, Thailand dan Malaysia yang diadakan di Kuala Lumpur pada tanggal 21 Desember 1971. Perjanjian ini telah diratifikasi dengan Keppres Nomor 20 Tahun 1972.
                                   
  Perbatasan antara Indonesia dengan Thailand yang belum diselesaikan khususnya adalah perjanjian ZEE.




RI – India
     Indonesia dan India telah mengadakan perjanjian batas landas kontinen di Jakarta pada tanggal 8 Agustus 1974 dan telah diratifikasi dengan Keppres Nomor 51 Tahun 1974 yang meliputi perbatasan antara Pulau Sumatera dengan Nicobar.
Selanjutnya dilakukan perjanjian perpanjangan batas landas kontinen di New Dehli pada tanggal 14 Januari 1977 dan diratifikasi dengan Keppres Nomor 26 Tahun 1977 yang meliputi Laut Andaman dan Samudera Hindia.
                             
    Perbatasan tiga negara, Indonesia-India- Thailand juga telah diselesaikan, terutama batas landas kontinen di daerah barat laut sekitar Pulau Nicobar dan Andaman. Perjanjian dilaksankaan di New Delhi pada tanggal 22 Juni 1978 dan diratifikasi dengan Keppres Nomor 25 Tahun 1978. Namun demikian kedua negara belum membuat perjanjian perbatasan ZEE. 

RI – Singapura
      Perjanjian perbatasan maritim antara Indonesia dengan Singapura telah dilaksanakan mulai tahun 1973 yang menetapkan 6 titik koordinat sebagai batas kedua negara. Perjanjian tersebut kemudian diratifikasi dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 1973.
Permasalahan yang muncul adalah belum adanya perjanjian batas laut teritorial bagian timur dan barat di Selat Singapura. Hal ini akan menimbulkan kerawanan, karena Singapura melakukan kegiatan reklamasi wilayah daratannya. Reklamasi tersebut mengakibatkan wilayah Si-ngapura bertambah ke selatan atau ke Wilayah Indonesia.

     Penentuan batas maritim di sebelah Barat dan Timur Selat Singapura memerlukan perjanjian tiga negara antara Indonesia, Singapura dan Malaysia. Perundingan perbatasan kedua negara pada Segmen Timur, terakhir dilaksanakan pada 8-9 Februari 2012 di Bali (perundingan ke-2).

RI – Vietnam
     Perbatasan Indonesia – Vietnam di Laut China Selatan telah dicapai kesepakatan, terutama batas landas kontinen pada tanggal 26 Juni 2002. Akan tetapi perjanjian perbatasan tersebut belum diratifikasi oleh Indonesia. Selanjutnya Indonesia dan Vietnam perlu membuat perjanjian perbatasan ZEE di Laut China Selatan. Perundingan perbatasan kedua negara terakhir dilaksanakan pada 25-28 Juli 2011 di Hanoi (perundingan ke-3).

RI – Philipina
       Perundingan RI – Philipina sudah berlangsung 6 kali yang dilaksanakan secara bergantian setiap  3 – 4 bulan sekali. Dalam perundingan di Manado tahun 2004, Philipina sudah tidak mempermasalahkan lagi status Pulau Miangas, dan sepenuhnya mengakui sebagai milik Indonesia.
Hasil perundingan terakhir penentuan garis batas maritim Indonesia-Philipina dilakukan pada bulan Desember 2005 di Batam. Indonesia menggunakan metode proportionality dengan memperhitungkan  lenght of coastline/ baseline kedua negara, sedangkan Philipina memakai metode median line. Untuk itu dalam perundingan yang akan datang kedua negara sepakat membentuk Technical Sub-Working Group untuk membicarakan secara teknis opsi-opsi yang akan diambil.

RI – Palau
      Perbatasan Indonesia dengan Palau terletak di sebelah utara Papua. Palau telah menerbitkan peta yang menggambarkan rencana batas “Zona Perikanan/ZEE”  yang diduga melampaui batas yurisdiksi wilayah Indonesia. Hal ini terbukti dengan banyaknya nelayan Indonesia yang melanggar wilayah perikanan Palau. Permasalahan ini timbul karena jarak antara Palau dengan Wilayah Indonesia kurang dari 400 mil sehingga ada daerah yang overlapping untuk ZEE dan Landas Kontinen. Perundingan perbatasan kedua negara terakhir dilaksanakan pada 29 Februari - 1 Maret 2012 di Manila (perundingan ke-3).

RI – Papua New Guinea
   Perbatasan Indonesia dengan Papua New Guinea telah ditetapkan sejak 22 Mei 1885, yaitu pada meridian 141 bujur timur, dari pantai utara sampai selatan Papua. Perjanjian itu dilanjutkan antara Belanda-Ing-gris pada tahun 1895 dan antara Indonesia-Papua New Guinea pada tahun 1973, ditetapkan bahwa perbatasan dimulai dari pantai utara sampai dengan Sungai Fly pada meridian 141° 00’ 00” bujur timur, mengikuti Sungai Fly dan batas tersebut berlanjut pada meridian 141° 01’ 10” bujur timur sampai pantai selatan Papua.

   Permasalahan yang timbul telah dapat diatasi yaitu pelintas batas, penegasan garis batas dan lainnya, melalui pertemuan rutin antara delegasi kedua negara. Masalah yang perlu diselesaikan adalah batas ZEE sebagai kelanjutan dari batas darat.

RI – Australia
Perjanjian Batas Landas Kontinen antara Indonesia-Australia yang dibuat pada 9 Oktober 1972 tidak mencakup gap sepanjang 130 mil di selatan Timor Leste. Perbatasan Landas Kontinen dan ZEE yang lain, yaitu menyangkut Pulau Ashmore dan Cartier serta Pulau Christmas telah disepakati dan telah ditandatangani oleh kedua negara pada tanggal 14 Maret 1997, sehingga praktis tidak ada masalah lagi. Mengenai batas maritim antara Indonesia – Australia telah dicapai kesepakatan yang ditandatangani pada 1969, 1972 dan terakhir 1997.

RI – Timor Leste
   Perundingan batas maritim antara Indonesia dan Timor Leste belum pernah dilakukan, karena Indonesia menghendaki penyelesaian batas darat terlebih dahulu baru dilakukan perundingan batas maritim. Dengan belum selesainya batas maritim kedua negara maka  diperlukan langkah-langkah terpadu untuk segera mengadakan pertemuan guna membahas masalah perbatasan maritim kedua negara.

    Untuk menegakkan  kedaulatan dan hukum di wilayah yurisdiksi Indonesia diperlukan penetapan batas-batas maritim secara lengkap. Penetapan batas ini dilakukan berdasarkan ketentuan Hukum Laut Internasional, yang diatur dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS 1982) yang telah diratifikasi pemerintah Indonesia melalui UU No 17  tahun1985. 


Implementasi dari ratifikasi tersebut adalah diperlukannya pengelolaan terhadap batas maritim yang meliputi Batas Laut dengan negara tetangga dan Batas Laut dengan Laut Bebas. Adapun batas-batas maritim Republik Indonesia dengan negara tetangga, mencakup Batas Laut Wilayah (Territorial Sea), batas perairan ZEE, batas Dasar Laut atau Landas Kontinen. Belum selesainya penentuan batas maritim antara pemerintah Indonesia dengan negara tetangga menjadikan daerah perbatasan rawan konflik.

8 Maret 2014

Dampak Globalisasi

1. Dampak positif globalisasi
Globalisasi yang berkembang saat ini, telah berpengaruh ke segala aspek kehidupan manusia. Diantaranya dampak pada bidang ekonomi, politik dan teknologi.

a. Bidang ekonomi
Seperti telah disinggung di awal pembahasan bahwa globalisasi pertama kali berkembang di bidang ekonomi. Memang perekonomian paling merasakan dampak positif globalisasi. Perkembangan industri begitu pesat, perdagangan bisa terjadi lintas negara serta membuka pasar tenaga kerja internasional. Dengan diterapkannya perdagangan bebas maka produk dalam negeri dapat dipasarkan ke berbagai negara tanpa bea masuk.

Selain berpangaruh terhadap perdagangan antar negara, globalisasi juga mendorong terbentuknya lembaga-lembaga ekonomi dunia yang beranggotakan negara-negara di dunia. Seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Trade Organization (WTO), sebagai organisasi dunia yang membantu mengatur laju perdagangan dan perputaran uang antarnegara. Globalisasi ikut berperan untuk membentuk perjanjian kerjasama perdagangan regional seperti Asia-Pasifik Economic Cooperation (APEC), Nort American Free Trade (NAFTA), Asian Free Trade Area (AFTA) dan adanya pembentukaan mata uang Euro sebagai mata uang bersama negara-negara di kawasan Eropa.

b. Bidang politik
Pengaruh globalisasi tidak hanya dalam bidang ekonomi, globalisasi juga memberikan dampak yang positif terhadap bidang politik. Meskipun politik dan pemerintahan merupakan hak kedaulatan setiap negara, akan tetapi dalam penyelenggaraan pemerintahan di era global ini, negara- negara lain menuntut adanya sikap keterbukaan, demokratis dan menghormati hak-hak asasi manusia. Tuntutan ini telah menjadi kesepakatan antar negara di dunia.

Dengan demikian mau tidak mau setiap negara harus mempraktekkan pemerintahan sesuai dengan tuntutan globalisasi. Hal ini tentu berdampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita juga merasakan dampak dari sistem pemerintahan yang terbuka, demokratis dan menghargai hak asasi manusia. Kalian tentu mengamati dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi perubahan yang luar biasa di negara kita. Setiap warga negara mempunyai hak untuk dilibatkan secara langsung dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta melakukan pengawasan jalannya pemerintahan.

Sebagai contoh dalam menentukan wakil rakyat di DPR dan DPRD, setiap warga negara yang telah memenuhi syarat berhak memilih langsung dalam pemilu yang demokratis. Selain itu pemerintahan juga dijalankan dengan transparan dan akuntabel. Tidak bisa lagi pejabat negara melakukan korupsi di negara kita. Masyarakat juga semakin aktif terlibat dalam berbagai organisasi yang menyuarakan demokratisasi di negara kita dan melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan

c. Bidang sosial budaya
Dampak positif globalisasi dalam dibidang sosial budaya, diantaranya dalam bentuk pertukaran budaya antar bangsa. Kita tentu dulu tidak membayangkan bisa bertukar pikiran dan mengenal budaya bangsa lain. Dengan globalisasi, nilai-nilai budaya asing banyak yang masuk ke Indonesia lewat televisi, majalah, surat kabar maupun internet. Salah satunya budaya berpikir rasional yang banyak berkembang di negara-negara barat. 

Globalisasi memungkinkan kita untuk belajar berpikir rasional dari negara lain. Hasilnya, kehidupan yang rasional, berdasarkan akal berkembang pesat di negara kita. Dengan adanya globalisasi bentuk kehidupan mulai mengalami perubahan. Globalisasi mendorong kepada setiap orang untuk hidup lebih terbuka, kreatif serta inovatif berdasarkan akal dan pikiran.

d. Bidang teknologi dan informasi
Globalisasi memberikan dampak positif terhadap perkembangan bidang teknologi dan informasi. Dengan semakin canggih teknologi dan informasi memungkinkan setiap orang mampu melewati batas-batas negara dalam waktu singkat. Kita dapat menghemat waktu dalam berkomunikasi dengan bangsa lain. Selain itu informasi dari negara lain dengan cepat dapat kita terima.

Globalisasi di bidang teknologi dan informasi membuat seseorang yang menginginkan informasi tentang peluang kerja ke luar negeri cukup duduk di depan komputer, browsing di internet tanpa membuang waktu dan energi telah mendapatkan informasi apa yang diinginkan. Sebagai pelajar, kita bisa mendapatkan informasi terkini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Waktu dalam berkomunikasi dengan bangsa lain. Selain itu informasi dari negara lain dengan cepat dapat kita terima. Globalisasi di bidang teknologi dan informasi membuat seseorang yang menginginkan informasi tentang peluang kerja ke luar negeri cukup duduk di depan komputer, browsing di internet tanpa membuang waktu dan energi telah mendapatkan informasi apa yang diinginkan. Sebagai pelajar, kalian bisa mendapatkan informasi terkini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Dampak negatif globalisasi.
Patut kita sadari, globalisasi tidak selalu memberikan dampak yang positif bagi kehidupan manusia di dunia ini. Globalisasi dapat menimbulkan pengaruh yang kurang menguntungkan bagi suatu negara. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa globalisasi berpengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan manusia. 
Apa saja pengaruh negatif globalisasi? Beberapa pengaruh negative globalisasi adalah sebagai berikut;

a. Bidang politik
Perkembangan globalisasi berpengaruh terhadap kedaulatan suatu negara dalam menjalankan pe merintahan serta mengatur negaranya. Gejala ini terjadi hampir di setiap negara. Hal ini, dikarenakan adanya aturan-aturan baru yang telah disepakati bersama dengan lembaga-lembaga global misalnya PBB dan WTO.
Campur tangan masyarakat internasional dan masuknya nilai-nilai budaya yang baru dari dunia luar memberikan perubahan bidang politik dalam suatu negara. Di Indonesia setelah nilai-nilai politik luar masuk secara langsung atau tidak langsung membuat lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, musyawarah mufakat dan gotong royong yang telah lama kita miliki. Untuk itu kita sebagai bangsa harus mampu menyaring nilai-nilai atau pengaruh dari luar agar sesuai dengan kepribadian bangsa.

Kita bersyukur, pendiri bangsa ini mewariskan Pancasila sebagai ideologi bangsa, menjadi pedoman bagi generasi selanjutnya dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian setiap pengaruh politik luar harus disaring dengan nilai-nilai Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila seperti kekeluargaan, musyawarah mufakat harus kita pegang teguh dalam setiap aktivitas di bidang politik. Kita seringkali mencermati berkembangnya kebebasan berpolitik terkadang justru menciptakan kebebasan yang kebablasan sehingga tidak mempedulikan aturan. Selain itu kebebasan berpolitik telah meningkatkan nilai-nilai politik individual dan melupakan kolektivitas kelompok masyarakat.

b. Bidang ekonomi
Berkembangnya globalisasi membuat perekonomian suatu negara mengalami perubahan drastis. Sektor-sektor ekonomi rakyat yang semula mendapat subsidi sekarang semakin berkurang, lembaga ekonomi seperti koperasi sulit untuk berkembang dan penyerapan tenaga kerja dengan pola padat karya mulai ditinggalkan.

Kompetisi produk dan harga semakin meninggi sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin selektif. Ini semua tidak lepas adanya semangat kapitalisme yang tumbuh semakin subur dan berpotensi menciptakan kesenjangan ekonomi antara negara-negara kaya dengan negara-negara berkembang. Negara-negara kuat secara ekonomi akan melakukan perluasan pasar dalam rangka mencari keuntungan sebesar-besarnya meskipun dapat merugikan negara-negara yang ekonominya masih lemah.

c. Sosial budaya
Globalisasi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan sosial budaya masyarakat dunia. Melalui teknologi informasi dan komunikasi yang canggih masyarakat seluruh dunia dapat menikmati nilai-nilai budaya global yang dapat melunturkan nilai-nilai lokal. Lunturnya nilai lokal mengakibatkan terjadinya krisis nilai dan identitas Orang-orang cenderung bergaya hidupindividualisme, pragmatisme, hedonisme, konsumerisme. Meninggalkan semangat gotong royong solidaritas dan kesetiakawan sosial, serta nilai-nilai keagamaan. Globalisasi juga memberikan pengaruh terhadap kualitas kejahatan yang semakin canggih dengan mempergunakan teknologi informasi dan komunikasi lintas negara.

22 November 2011

Cerpen tentang Anak Yatim Piatu ''Rana''

RANA

Adalah satu hal yang selalu dilakukan Rana setiap sore. Setiap hari selepas berkeliling kota mencari objek foto yang bagus, dia selalu mendaki bukit kecil dibelakang kotanya itu, kemudian duduk di sana melepas penat. Sebelum pulang, ia tak pernah lupa memotret sebatang pohon besar yang menaunginya sepanjang sore. Sekalipun rutinitas itu telah mengakar dalam daripadanya, dan tak satu haripun ia terlupa melakukannya, ia tak tahu nama pohon itu. Tapi tak apa, baginya pesona pohon itu memberikan sesuatu yang berbeda.

Kebanyakan fotografer tidak suka mengambil foto dari objek yang sama terus menerus. Rana berbeda. Pohon itu milik Rana. Beberapa temannya sempat mencoba setelah melihat kumpulan fotonya mengenai pohon itu. Begitu ekspresif. Selalu ada yang berbeda dari setiap foto, semuanya menggambarkan sisi yang lain dari bukit itu. Saying, tak pernah ada yang berhasil. Hanya Rana yang mampu mewujudkan pesona pohon itu kedalam kameranya.

Ia tidak tahu mengapa, namun hal itu tidak membuatnya risau. Baginya, hal itu terjadi karena teman temannya yang lain tidak punya koneksi dengan pohon itu seperti dirinya. Baginya pohon itu lebih dari sekedar satu satunya pohon di bukit. Pohon itu adalah perwujudan dirinya. Tanaman yang tumbuh sendirian tanpa perhatian orang lain, kokoh walaupun berada di tempat yang tidak dilihat orang. Akarnya saling membelit liar, Rana yatim piatu. Ia menghuni panti asuhan sejak ia bisa mengingat. Kamera bekas sumbangan seseorang adalah pelariannya. Benda itu begitu menakjubkan, mampu mewujudkan kepingan kepingan memorinya dalam gambar. Dia memandang benda itu dengan kagum setiap harinya, dan setiap pulang sekolah selalu melompat keluar jendela untuk mencobanya pada semua hal yang disukainya.

Rana memang agak pemberontak di waktu waktu tertentu. Tapi dia bukanlah berandalan. Baginya, ada desir kecil yang selalu membawanya berpetualang bersama kamera usangnya. Ia berhenti jajan dan menabung uangnya untuk dua atau tiga rol film setiap bulannya.
Sebelum dia sadar, dia sudah menjadikannya mata pencahariannya, sekaligus pelepas gundahnya. Dia memenangkan kontes fotografi junior setelah dimarahi guru matematikanya, dia mendapat pekerjaan sebagai fotografer freelance setelah sang editor Koran melihat foto yang dibuatnya saat ia bolos sekolah. Ia tidak bangga pada pelanggaran pelanggaran yang dibuatnya, tapi ia bangga pada karyanya.

Ia mencintai dunianya, dunia yang dilihat dari celah viewfinder, yang selalu terlihat lebih luas di matanya. Dan itu satu alasan dia lebih menyukai gambar pemandangan disbanding manusia.
Sebagai profesional yang populer, tidak hanya dari kemampuannya namun juga sifatnya, Rana sering diundang ke berbagai tempat di luar negeri, membuat foto untuk iklan pariwisata, pamphlet konservasi alam dan sebagainya. Pekerjaan yang otomatis membawanya ke berbagai tempat indah di bumi, tapi baginya, tempat inilah rumahnya.

Ia masih menyukai rutinitasnya semasa sekolah, sebelum memulai karir profesional. Pohon ini selalu menyambutnya kapanpun Rana kembali. Banyak orang menganggapnya eksentrik. Malahan, ia pernah mendengar bisik bisik iri yang menuduhnya mendapat bakatnya dari si pohon. Ia mendengus dan menahan tawa mendengarkan kisah ini beredar. Begitu syirik! Ia nyaman berada di sana, seolah berada dalam pelukan Bunda Pertiwi, dibelai angin berdesir lembut, keluar dari segala tekanan perkotaan.

Sampai satu hari pemerintah hendak menebang pohon itu dan mengubah bukit itu menjadi kompleks gedung pemerintah. Mendengarnya, ia begitu marah, begitu frustasi.
Orang orang itu, berani mengusik oasenya! Mengubah satu lagi pojok yang tersisa dari bumi jadi gedung gedung kotak kotak yang kasar dan dingin! Mentang mentang lebih berkuasa.
Yang membuatnya sakit hati, tender dimenangkan oleh sebuah grup perusahaan besar, yang terdiri dari petinggi yang solid dan berduit, yang dengan kata lain menghilangkan kemungkinannya menuntut secara hukum.

Yang bisa dibuatnya dalam kapasitas yang dimilikinya adalah membuat foto foto yang dimilikinya menjadi brosur dan selebaran. Cara yang diharapkannya dapat membantu mempertahankan tanah itu. Ketika rakyat mulai berkumandang meminta pemerintah mendukung pelestarian dan buaknnya merusaknya, muncul lagi berita bahwa kompleks itu tak hanya erdiri atas sekedar gedung administrasi, namun juga pusat kesehatan dan fasilitas lain bagi anggotanya, yang jelas, mewah. Rana terbantu, karena dengan itu masyarakat semakin vokal.

sayang, harapan itu gugur pulalah saat para petinggi menampik tuduhan tuduhan rakyat, berkilah dengan alasan aneh seperti bahwa para anggota memerlukan semua itu agar tidak stress. Ingin rasanya Rana masuk dan menampar si petinggi yang diwawancarai. Buat rakyat mana?!

Kunjungannya ke bukit itu menjadi semakin sering dan sering semenjank mencuatnya kasus tersebut, seolah dengan kedatangannya dapat mempertahankan tempat itu sedikit lebih lama. Ia merasa bahwa itu terasa tidak adil. Tempatnya di dunia telah terenggut semenjak ia kecil, ketika ia dibuang dip anti asuhan. Sekarang dia telah mendapat tempat untuk dirinya, mereka seenaknya merebutnya darinya. Dialah yang menemukan tempat itu.
Pohon itu milik Rana. Tiada yang boleh mengambilnya darinya.

Ketika putusan telah ditetapkan dan tanggal pembangunan telah disiapkan,ada satu kejadian di tengah malam berangin yang mengubah semuanya.

Malam itu berbadai. Tidak ada yang berani keluar rumah, bahkan dengan jaket tiga lapis sekalipun. Tiang listrik serasa mau rubuh, begitu juga rumah mereka. Atap nyaris terbang, dan sekali kali terdengar bunyi genting rumah sebelah menghantam rumah lainnya.

Yang keesokan paginya ditemukan Rana adalah akar pohon itu, meranggas dan menghitam. Sekelilingnya hangus dengan mengerikan. Petir telah menyambar dan membumihanguskan bukit itu. Menggundulinya. Ia dapat merasa hatinya tercabik menyaksikan pemandangn tiu.
Kemudian tersiar berita pembangunan tidak jadi dilaksanakan. Kontur tanah itu rusak, ada lubang retakan merekah di tengah bukit dari akar akar pohon tua itu. Tempat yang dulunya indah itu tak lagi cocok jadi tempat rekreasi para pejabat.

Dalam hati ia berpikir, ia lebih senang tempat itu diambil kembali oleh Langit daripada dipakai para pejabat korup sok kuasa yang dibencinya. Biarpun begitu, ia tetap tidak bisa membiarkan bukit itu kehilangan cahayanya.

*****

Bukit itu beralas karpet beludru hijau rerumputan yang halus. Beberapa macam bunga mencuat dari semak semak. Anak anak bermain dengan gembira, mengejar kupu kupu beraneka warna.
Bertahun tahun telah lewat, dan hampir tidak ada lagi yang mengingat kejadian yang menghancurkan bukit itu. Hanya saja, lekat di ingatan mereka seseorang yang mendedikasikan hidupnya pada bukit itu, mengembalikannya pada kejayaan lamanya.
Rana.

Puisi Setia Cinta, Kesetiaan

Kesetiaan

Malam yang dingindi selimuti angin
dan gerimis mengundang sepi
Kala ini seorang gadis menanti
Kekasihnya dalam kesunyian kelam
Tapi entah mengapa..
Tenggelam dalam keheningan malam
Dan hujan pun tiba mengiringi sedih di hati
Seorang kasih tak jua datang
Membawa kehangatan, membekap
penuh harapan,
namun tetap membelenggu rindu
Hilang di telan gelap malam..
Hati gadis teriris kecewa
Janji terukir dalam di hatinya
menatap bintang sebagai saksi
bayang sang pujangga pun terlarut
dalam tangis tertahan sang gadis
penantian perih tak jua sirna
seiring hujan membasahi
tapi penantian tak kan berakhir seperti hujan
Karna kesetiaan tulus membungkus
Kekecewaan di hati..

Kala Takbir Bersenandung Cinta

26 Desember 2004 adalah tanggal terjadinya sebuah peristiwa yang tak dapat sirna dalam hati seluruh warga Kota Banda Aceh. TSUNAMI. Peristiwa itu telah tergores di hati mereka. Dan untuk menghilangkan goresan itu, tidak dapat hanya dengan menggangap sebagai angin yang telah berlalu. Dari sekian banyaknya manusia yang jatuh sebagai korban. Hanya beberapa yang selamat dari bencana itu. Salah satunya adalah Akbar dan Aisha sepasang Kakak beradik yang selamat dari bencana air bah yang dahsyat itu. Saat itu Akbar sedang menjalani studinya di Univeritas Unsyiah Banda Aceh jurusan Akutansi. Sedangkan Aisha Sang Adik adalah pelajar kelas satu SMP. Ketika bencana itu terjadi, mereka terpisah dari kedua Orang tuanya demi menyelamatkan diri.


Pada mulanya Aisha merasa ada suatu hal yang janggal pada hari itu. Aisha Sang Adik terlihat terus menerus gelisah. Akbar, Kakak kandung Aisha merasa heran melihat sikap Adiknya. Tak biasanya ia melihat Sang Adik diam terus menerus dan bisu seribu bahasa. Ternyata, tanpa ia sadari sikap Adiknya yang ia sayangi itu merupakan sebuah tanda akan terjadi sebuah Bencana besar di hari itu. Sebuah Gelombang Laut yang tinggi masuk ke Kota dan memporak-porandakan seisi Kota. Mengetahui itu Akbar dan Aisha segera berlari menyelamatkan diri. Karena waktu hanya sedikit. Dengan berat hati dan linangan air mata. Akbar dan Aisha berlari menyelamatkan diri, tanpa memberitahu kedua Orang Tua yang sangat ia sayangi.

Akbar terus berlari sekencang-kencangnya. Segala sesuatu yang ada di depannya tampak ia acuhkan saja. Orang-orang yang sedang berlari dan berjalan di depannya ia tabrak saja. Kedua kakinya sangat lincah berlari. Tangan kanannya terus menggengam tangan seorang remaja putri berjilbab hitam dan mengenakan baju panjang merah yang tak lain adalah Aisha. Aisha yang sedang ia pegang tangan kanannya tampak kesulitan berlari. Sering kali Aisha menghela nafas panjang.

Sesekali Akbar mengedarkan pandangannya ke segala arah. Ia terus melihat pemandangan yang menyedihkan. Pemandangan menyedihkan itu terus terjadi silih berganti. Puluhan kendaraan saling bertabrakan satu sama lain. Kecelakaan itu merupakan kecelakaan beruntun. Mereka berdua terus berlari sangat kencang. Seluruh tenaga mereka kerahkan. Sering kali mereka menghela nafas yang dalam berulang-ulang. Peluh keringat bercucuran tetes demi tetes.

“ Aisha. Kamu harus bisa tetap berlari. Gelombang sudah semakin dekat. Kamu harus bisa Aisha. “ Ia mensupport Aisha yang ia genggam tangannya sambil menunjuk gelombang laut tinggi yang siap mengejar mereka berdua.
“ Tapi Kak, aku tidak kuat lagi. “
“ Aisha, kamu harus kuat! “
“ Tapi Kak, aku lelah “ Ia sedikit mengiba.

“ Kak Akbar aku tak tahan berlari lagi. Biarkan tinggalkan aku saja di sini. Kakak berlari saja. “ Aisha perempuan yang ia genggam tangannya mengeluh.
“ Aisha aku akan berdosa apabila tidak dapat menyelamatkan diriku. Dan engkau akan berdosa andaikan engkau tidak menyelamatkan nyawamu. Kamu hanya menjadi sampah seperti orang yang membunuh dirinya sendiri. “

Aisha menundukkan kepalanya. Hatinya tergerak. Ia segera bangkit dan kembali berlari menyelamatkan diri. Aisha tampak letih setelah berlari jauh. Jilbab panjangnya berkelebat diterpa angin kencang. Kakinya yang dibalut dengan kaus kaki putih polos sudah tampak pincang. Dan kaus kakinya telah kotor bebercak coklat.
Selama berlari mereka berdua terus bertasbih dan bertakbir. Kalimat agung dan suci terus terlontar dari bibir mereka. Mereka berdua sangat panik. Rasa takut dan cemas bergejolak di dalam diri mereka. Tiba-tiba sebuah Truk besar berwarna kuning hendak melintas di depan mereka. Akbar segera melepas genggaman Aisha dan segera menghentikan mobil Truk Kuning itu. Truk itu seketika berhenti. Akbar segera menuju bangku supir.

“ Pak bisakah kami menumpang mobil Bapak? “
Seorang lelaki besar berkulit hitam dibangku supir terdiam.
“ Pak saya mohon “ Akbar mengiba.
“ Dik, Truk kami tidak memiliki banyak bangku “
“ Apakah di bak belakang tidak bisa? Saya mohon Pak “
“ Baiklah tapi hanya satu orang saja yang boleh ikut karena di bak belakang sudah penuh dengan barang “
“ Baiklah “
Akbar segera menyuruh Aisha naik.
“ Kak aku tidak mau “
“ Kenapa? “
“ Aku hanya mau dengan kakak “ “ Aisha kakak mohon. Naiklah. Jika kita berdua selamat, Insya Allah kita akan dapat bertemu kembali. Dan apabila tidak. Percayalah. Insya Allah Kita akan digolongkan sebagai Syuhada, berperang demi menyelamatkan nyawa sendiri “

Aisha menitikkan air matanya. Ia mematung di dalam bak Truk yang besar itu. Tanpa aba-aba dan sebuah isyarat Truk itu perlahan bergerak dan semakin lama semakin kencang. Aisha melambaikan tangan kanannya kepada Sang Kakak tercinta. Air mata tak dapat ia bendung. Air mata itu tumpah membanjiri kedua pipinya yang halus dan putih. Setelah memastikan Truk itu berjalan cukup jauh. Akbar kembali berlari menyelamatkan dirinya.

****

Hari telah sore. Langit telah melepas jubah birunya. Dan memulai merajut warna jingga. Matahari mulai merangkak ke ufuk Barat. Waktu akan berganti. Pemandangan menyedihkan terlihat di seluruh Kota. Rasa sedih masih menyelimuti seluruh warganya. Tumpahan air mata terjadi di mana-mana. Masjid besar Baiturrahman yang berada di Pusat Kota Banda Aceh itu tampak dikerumuni ribuan manusia. Waktu Ashar tiba. Adzan berkumandang dari seluruh penjuru masjid. Mendengar suara Adzan itu, ia kembali tak kuasa membendung air matanya. Aliran air mata membekas di pipinya. Ia tidak tahu akan keberadaan sang Kakak tercinta. Yang telah berhasil menyelamatkan nyawanya.

Tanpa Aisha sadari. Sang Kakak tercinta selamat dari bahaya Tsunami yang sangat ganas itu. Dan sekarang Kakak tercintanya itu berada di tempat yang sama dengan Aisha. Akbar yang telah lama di Masjid itu segera menuju ke ruang wudhu. Ia segera mensucikan dirinya, untuk bersembah diri kepada sang Pencipta. Ia berjalan menembus ribuan orang yang memadati jalan menuju ruang wudhu. Dan subhanallah. Dalam rentak langkahnya untuk mensucikan diri. Ia melihat sosok Sang Adik di hadapannya. Dan spontan saja.

“ Aisha. Engkaukah itu? “ sebuah kalimat singkat dan padat terlontar dari bibirnya.

Sang Adik yang berdiri di hadapan Kakaknya itu hanya menganggukkan sedikit kepalanya yang berada di dalam balutan jilbab hitam panjangnya. Semula ia hanya diam. Dan perlahan dari bibirnya, sebuah senyum kecil lahir dengan jelas. Ia segera berlari menuju tempat sang Kakak berdiri. Dengan erat ia memeluk Kakaknya.

Setelah berjuang dengan keras menyelamatkan diri, berperang dengan waktu. Akhirnya mereka berdua dapat kembali bertemu dan bersama kembali. Suara Adzan yang berkumandang dari seluruh penjuru Masjid akhirnya mempertemukan mereka berdua. Sebuah Alunan Takbir Cinta dengan halusnya mempertemukan Seorang Kakak dengan Adik tercintanya yang semula terpisah.

15 November 2011

KESEHATAN (STOP ANEMIA)

Anemia adalah kondisi dimana tubuh kekurangan butiran darah merah atau hemoglobin (HB). Normalnya, hb untuk cowok adlah 13.5/100ml sedangkan cewek 12/100ml. Angka hb ini bisa ketauan dari pemerikasaan medis. Sebab-sebab kekurangan butiran darah yaitu:
1. Kekurangan zat besi
2. Mestruasi.
3. Pendarahan
4. Kekurangan gizi
5. Keturunan dan penyakit khusus.

Ternyata tidak sulit mengatasi atau mencegah anemia, kita bisa melakukannya dengan mengubah gaya hidup kita menyadi lebih sehat.
Dengan cara:
1. Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi.
2. Selain itu mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang secara teratur.
3. Tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol.